hay kawan selamat datang...

Senin, 15 Juni 2015

TAARE ZAMEEN PAR - ARGUMENT



         Apa yang ada di pikiranmu ketika seseorang menyarankan untuk menonton sebuah film India?. Mungkin ada diantara kamu yang malas menonton film India karena pasti banyak adegan joget-joget diantara hujan dan pohon. Tapi singkirkan pemikiran seperti itu saat ada yang menyarankan anda menonton film “Taare Zameen Par”. 
 



Taare Zameen Par adalah film yang mengangkat tema tentang anak kebutuhan khusus. Film diawali dengan penyebutan nilai oleh guru. Ada seorang anak yang bernama Ishaan Awasthi, ia selalu mendapatkan nilai yang buruk. Ia tidak bisa mengerjakan satu pun tugas yang diberikan oleh gurunya dengan baik. Guru-guru menganggapnya anak yang bodoh. Ia sangat berbeda dengan kakaknya yang cukup pintar. Namun Ishaan memiliki sebuah bakat, yaitu menggambar. Gambar-gambar Ishaan sangat bagus.
Karena nilai Ishaan yang sangat buruk, akhirnya Ishaan dipindah ke sebuah sekolah asrama. Ishaan memohon agar tidak dipindah ke sekolah asrama, namun orang tuanya tetap memindahkannya. Disini Ishaan merasa dibuang oleh orang tuanya. Ishaan pun berubah menjadi anak yang murung dan pendiam. Di sekolah ini Ishaan sering dihukum oleh guru karena ia tetap tidak bisa mengikuti pelajaran.
Hidup Ishaan di sekolah asrama itu perlahan berubah ketika ada seorang guru baru yang mengajar disana. Guru itu (Aamir Khan) mengajar dengan sangat menyenangkan atau dengan sembuah media pembelajaran. Disaat anak-anak lain semakin semangat belajar, Ishaan tetap menjadi anak yang pemurung. Sang guru baru ini bingung dengan sikap Ishaan. Akhirnya sang guru mencari informasi tentang Ishaan. Ketika ia melihat tulisan tangan Ishaan, sang guru pun tahu apa permasalahan yang dialami Ishaan. Ternyata Ishaan adalah seorang anak DISLEKSIA (disleksia adalah gangguan belajar, dimana anak tidak mampu membedakan huruf-huruf. Hal ini mengakibatkan si anak tidak mampu membaca karena kebingungan saat melihat huruf.)
Sang guru pun bertemu dengan orang tua Ishaan dan memberitahu mereka tentang kelainan yang dialami Ishaan. Selain itu sang guru pun terus melakukan usaha keras untuk membantu Ishaan mengatasi kelainannya. Perlahan Ishaan mampu membedakan huruf-huruf, dan akhirnya Ishaan bisa membaca!. Ini semua berkat sang guru yang selalu membimbingnya dengan tanpa lelah.
Di akhir tahun pelajaran, sekolah asrama ini mengadakan lomba menggambar antar siswa dan guru. Gambar dari pemenang lomba ini akan dijadikan cover dari buku tahunan sekolah. Pemenang lomba ini adalah Ishaan dan sang guru yang selalu membimbingnya. Gambar mereka pun dijadikan cover buku tahunan. Film ini pun berakhir dengan happy ending. Sukses untuk Ishaan dan tetap semangat……….

Nilai – nilai yang bisa diambil dalam film tare zameen par adalah:
1.    Filsafat
Teori bawaan ishan mengalami tabularasa (manusia lahir tanpa isi mental bisa disebut “kosong”). Dan sumber pengetahuan diperoleh dari pengalaman dan persepsi alat indranya terhadap dunia luar.
2.    Psikologi
Tekanan ..tekanan..dan tekanan itu yang mungkin dirasakan oleh anak yang bernama lengkap  Ishaan Awasthi. Dimana Ishaan adalah seorang anak DISLEKSIA (disleksia adalah gangguan belajar, dimana anak tidak mampu membedakan huruf-huruf. Hal ini mengakibatkan si anak tidak mampu membaca karena kebingungan saat melihat huruf). Tetapi Ishaan mempunyai bakat terpendam yaitu menggambar, dengan menggunkan imajinasinya Ishaan menyalurkan bakatnya lewat lomba menggambar dan akhirnya membuahkan hasil.
3.    Ekonomi.
Dari segi ekonomi Ishaan terlahir di keluarga yang berkecukupan, dalam sekolah terdahulu Ishaan tidak mengalami progress atau peningkatan kemudian, Ishaan dipindah keasrama yang mengutamakan kedisiplinan, kemandirian, dan ketegasan. Di asrama inilah Ishaan akhirnya menjadi anak yang berguna dan lebiah dari yang sebelumnya.
 4.    Sosial budaya
Ishaan mengalami perkembangan yang siknifikan berkat adanya hubungan antara guru dan murid. Ishaan berkembang dengan pengaruh sosiologi dibantu oleh gurunya Ram Shankar Nikumbh menerapkan pembelajaran media (pembelajaran yang menyenangkan).




0 komentar:

Posting Komentar